EnglishIndonesia

Pentas Teater Anak Marjinal Kreasi Anak Negeri 3

Jakarta. Minggu 17 maret 2013 Yayasan Sahabat Anak menggelar Teater Anak Marginal yang diberi nama Kreasi Anak Negeri. Acara yang diadakan ketiga kalinya ini dipersembahkan oleh salah satu area binaan Sahabat Anak yaitu Sahabat Anak Cijantung (SAC).

Kreasi Anak Negeri 3 Tahun ini mengangkat Tema Jelajah Nusantara, tema ini dipilih karena para sukarelawan melihat masih banyak adik-adik binaan yang kurang memahami wawasan nusantara seperti Provinsi-provinsi di Indonesia, Rumah Adat , Senjata khas Daerah, Agama, Suku dan Ras.

Acara yang menyuguhkan penampilan Teater berjudul Mustika Nusantara dimainkan oleh 60 adik binaan, dan 10 sukarelawan yang bergabung menjadi pemain drama. Acara ini melibatkan kurang lebih 40 sukarelawan professional.

Teater ini bercerita tentang Aksi 3 bocah nakal yang diberi Hukuman oleh Dewi Tara dan Barong untuk menemukan 5 Mustika Nusantara yang berada di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain : Sumatera Barat, Bali, Jawa Tengah, Maluku, dan Kalimantan.

Pentas ini disutradarai oleh Budi Jasin, yang namanya tak asing lagi di kancah Seni Teater Indonesia serta Budi Santoso yang menjadi pelatih tetap KAN persembahan Sahabat Anak Cijantung selama tiga tahun berturut-turut..

Tahun ini penyelenggaraan KAN 3 dilakukan di Teater Salihara untuk lebih memperkenalkan misi Sahabat Anak ke masyarakat luas. Sebanyak 220 Tiket seharga Rp 75.000 terjual habis, bangku-bangku penonton pun tak bersisa. Berbagai Respon Positif dari masyarakat pun diterima.

Diharapkan penyelenggaraan KAN 3 ini  dapat mengubah stereotip anak marjinal yang urakan, tidak berpendidikan dan nakal menjadi citra yang positif, berharga dan berbakat jika diberi kesempatan untuk mengembangkan bakatnya

Sampai Berjumpa di Kreasi Anak Negeri 4…………..
Salam Nusantara !!!!!!


Ruang Kelas Pinjaman - CIJANTUNG

Usai Jambore Anak Jalanan 2004, anak-anak yang sering berkeliaran di sekitar Mal Cijantung dan Pasar Rebo menunjukkan minat yang tinggi untuk belajar. Hal ini langsung direspon oleh voluntir Sahabat Anak sehingga digelar kegiatan rutin Bimbel (Bimbingan Belajar) di sana.

Hingga kini jumlah anak yang aktif datang belajar sekitar 70-an, dengan menggunakan dua ruang kelas yang dipinjamkan oleh SMK Mardhi Bakti. Tiap semester, SA Cijantung mengadakan Parents Meeting, yakni acara pembagian rapor peserta Bimbel dengan mengundang kehadiran orang tua.

Parents Meeting Sahabat Anak Cijantung

ANAKKU MASA DEPANKU

Untuk ke-4 kalinya  SA Cijantung mengadakan pertemuan dengan orangtua adik-adik yang kami bina. Dan untuk ke-2 kalinya kami mengadakan pertemuan kali ini diluar tempat belajar biasa adik-adik.

Tepatnya kami adakan di Tanah Persahabatan Yayasan Kampus Diakonia Modern daerah Cileungsi dengan Tema Anakku Masa Depan Keluargaku.

Anak = Mesin Uang (NO WAY!)

Bimbingan Belajar Cijantung adalah satu bentuk follow-up Jambore Anak Jalanan yang diselenggarakan dalam rangka Hari Anak Nasional di bulan Juli 2002. Sejak itu terjalin relasi yang cukup intensif antara kami (selaku panitia dan pendamping saat itu) dengan adik-adik daerah Cijantung. Adanya minat belajar yang cukup tinggi dalam diri mereka (baik yang bersekolah maupun drop-out), mendorong kami untuk memberi bimbingan belajar rutin setiap hari Minggu jam 15.00 s/d 17.00 WIB. BBM Naik, Setoran Naik!

Mimpi yang menjadi Kenyataan!

Setelah berjalan hampir 8 tahun SA Cijantung ada, banyak tantangan yang harus adik-adik lalui. Tuntutan hidup di jalan kian keras, ditambah faktor ekonomi keluarga (dampak kenaikan BBM). Tak perlu heran bila makhluk kecil itu dijadikan mesin uang oleh orang tuanya. Ada dari mereka yang harus mengamen hingga larut malam demi memenuhi “setoran”.

Bertolak dari itu semua, inilah mimpi terbesar kami – Sahabat Anak Cijantung – saat ini, yakni membuat sebuah program buat adik-adik yang sudah sulit kami jangkau untuk masuk dalam Bimbel yang kami adakan. Terutama bagi mereka yang dalam usia sekolah, terlebih mereka yang punya potensi. Dari pengamatan kami, ada sekitar 20-30 anak menghabiskan sebagian, bahkan seluruh waktunya di jalanan.