250 Voluntir Untuk Mendampingi 500 Anak Marjinal Mewujudkan Karya dan Impian Mereka. Andakah Orangnya?
Tahun 2012, 1.000 anak jalanan yang mengisi Survey Impian menjawab bahwa hal pertama yang terpikirkan oleh lebih dari 500 anak adalah: Memimpikan pekerjaan dan masa depan yang lebih baik, serta pengembangan karakter yang positif.
Tahun 2013, kami ingin mengajarkan bahwa mereka harus berani memperjuangkan impian mereka. Perlu kerja keras, kreativitas, dan inovasi. Tidak mudah, tetapi bukannya tidak bisa.
Maukah anda menjadi seorang sahabat yangmembantu anak-anak tersebut mewujudkan karya dan impian mereka? Mari bergabung bersama 250 voluntir lainnya mendampingi 500 anak marjinal di JaBoDeTaBek dalam acara KADO – Karya Anak Indonesia.
KADO adalah sebuah ajang kreativitas dan inovasi untuk mendorong aspirasi pengembangan diri anak-anak kaum marjinal. Kampanye yang akan dilakukan selama tahun 2013 ini mengangkat tema: “Aku Berharga, Aku Berkarya. Kampanye ini merupakan upaya melibatkan sebanyak mungkin masyarakat untuk melakukan gerakan sahabat anak dalam mengadvokasi hak anak untuk berpartisipasi dalam pembangunan.
Program KADO terbagi menjadi 2 bagian besar, yaitu pengerjaan Proyek Impian: Aku dan Sekitarku, dimana kelompok-kelompok yang terdiri dari 10 anak dan 5 orang voluntir pendamping berproses menghasilkan suatu karya berupa produk, aksi atau pameran yang memiliki manfaat bagi lingkungan dalam waktu 2 bulan. Puncak acara KADO akan berlangsung pada Jambore Sahabat Anak XVII yang akan diadakan pada tanggal 24-25 Agustus 2013, dimana puluhan Proyek Impian: Aku dan Sekitarku akan dipamerkan dan dipresentasikan.
Kriteria dan syarat menjadi pendamping dapat dilihat dalam formulir. Bagi anda yang berminat dan memenuhi kriteria silahkan lengkapi Formulir Pendamping yang dapat diunduh di [link ke formulir di website], kembalikan melalui email ke
Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya
dan nantikan konfirmasi dari panitia.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi panitia di nomor-nomor berikut ini:
Mey : 0813 – 6161 - 2033
Frisca : 0811 – 9690 - 106
Theo : 0898 – 9187 - 240
Jambore Sahabat Anak
Kegiatan SAHABAT ANAK berawal dari Jambore Anak Jalanan (JAJ) yang pertama kali diselenggarakan tahun 1997. Saat itu Yayasan KDM (www.kdm.or.id), sebuah yayasan yang melayani anak-anak jalanan sejak tahun 1972 menggerakkan sejumlah voluntir yang terdiri dari mahasiswa, alumni, dan profesional bergabung dalam kepanitiaan. Tujuan acaranya sangatlah sederhana, yakni merayakan Hari Anak Nasional 23 Juli dan mempertemukan anak jalanan dengan orang-orang yang peduli dengan mereka.
Program JAJ ternyata cukup efektif dalam menjangkau anak jalanan dan sebagai sarana untuk mempertemukan anak-anak tersebut dengan masyrakat yang peduli. Dengan melihat adanya satu kebutuhan esensial pada kaum urban, khususnya anak-anak jalanan Jakarta – yakni pendidikan, sebagai pendongkrak status, ekonomi, dan karakter menuju fase yang lebih baik, JAJ, yang akhirnya berubah menjadi Jambore Sahabat Anak (JSA), dijadikan acara tahunan yang selalu diikuti oleh program-program tindak lanjut setelahnya.
Selama Jambore, para pendamping yang terlibat mulai menjalin persahabatan dengan adik-adik; melalui pendekatan ini Sahabat Anak bisa semakin mengerti apa yang menjadi kebutuhan dari anak jalanan. Dengan menjalin persahabatan kita menunjukkan kepada anak-anak ini bahwa mereka manusia yang berharga dan bisa menggapai mimpi mereka. Para pendamping juga bisa mengajarkan hal-hal seperti kebersihan tubuh (mencuci tangan, mandi dan menggosok gigi), sopan santun dan etika, serta menjadi contoh yang baik untuk si adik.
Jambore Sahabat Anak memberikan kesempatan bagi anak-anak ini untuk “libur” dari aktivitas dan masalah yang mereka hadapi di jalanan. Selama 2 hari dan 1 malam mereka diperlakukan selayaknya anak biasa. Mereka bisa bermain, bernyanyi dan menikmati hal-hal kecil seperti memanjat pohon atau pergi ke kebun binatang.
Baru-baru ini ada seorang anak yang bertanya dengan polos ke salah satu pengurus Sahabat Anak, Alles Saragi mengapa Jambore tidak diadakan selama seminggu saja. Saat ditanya kenapa dia berkata “Karena capek nyari (di jalanan) kak”. Ini menunjukkan betapa JSA menjadi waktu “istirahat” bagi anak-anak jalanan dan marjinal.
Dengan adanya kegiatan ini, kami mengharapkan para Pendamping dapat menjalin hubungan persahabatan dengan anak-anak marjinal, tidak hanya selama JSA. Namun bisa berlanjut pasca acara, tanpa membedakan status sosial, ekonomi, pendidikan, ras, warna kulit, maupun agama.
Tujuan utama:
- Wacana peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli, khususnya bagi anak jalanan area Jakarta dan sekitarnya.
- Memenuhi hak atas kebebasan anak untuk berpartisipasi menyatakan pendapat, sesuai dengan Konvensi Hak Anak PBB pasal 13, yang dituangkan dalam Undang-undang RI nomor 23 tentang Perlindungan Anak, pasal 10.
- Mengkampanyekan Gerakan Sahabat Anak – gerakan yang melibatkan berbagai pihak (individu, kelompok, keluarga, perusahaan, media) untuk menjadi SAHABAT bagi anak-anak, khususnya anak jalanan.
Jambore Sahabat Anak XVI
Buper Ragunan, 7-8 Juli 2012
“Tidak Takut Bersuara”
Memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli, Sahabat Anak kembali menggelar Jambore untuk 1000 anak-anak jalanan dan marjinal, serta melibatkan 500 voluntir untuk mendampingi adik-adik selama 2 hari 1 malam. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Suarakan Impianmu”, hak bersuara dan berpartisipasi yang merupakan salah satu hak anak yang tercatat dalam Konvensi Hak Anak yang disahkan oleh PBB (20 November 1989).
Selama 5 bulan persiapan Jambore Sahabat Anak (JSA) dilakukan, mulai dari menentukan lokasi dan tanggal, mematangkan konsep acara, menghubungi area-area yang akan diikutsertakan, mencari 500 voluntir pendamping, sampai usaha memenuhi kebutuhan dana dan natura. Semuanya dipersiapkan oleh para voluntir panitia yang di tengah kesibukannya mau berkomitmen dalam kepanitiaan. Kelancaran persiapan ini juga tak lepas dari peran serta para Sahabat yang turut andil dalam mendistribusikan voucher sebagai salah satu bentuk pencarian dana, berdonasi dan keterlibatan Sahabat pendukung (sponsor). Ya, segala persiapan dilakukan demi terlaksananya 2 hari bahagia yang penuh makna ini bagi anak-anak jalanan/marginal.
Jambore Sahabat Anak XV
Setiap Anak Indonesia BERHAK untuk BERMAIN
Sebanyak 1,100 anak jalanan dan 700 sukarelawan mengisi libur sekolah sambil mengkampanyekan hak bermain dalam Jambore Sahabat Anak (JSA) ke-15 yang diadakan hari Sabtu-Minggu 2-3 Juli 2011 di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta. Kegiatan ini dalam rangka merayakan Hari Anak Nasional 23 Juli 2011.
JSA ke-15 diselenggarakan oleh Komunitas Sahabat Anak bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta. Acara perkemahan dua hari yang telah diselenggarakan sejak tahun 1997 ini, mengambil tema “Bermainlah Sahabatku”. Tujuannya mengajak masyarakat mendukung hak bermain bagi anak jalanan dan anak terlantar (anak marjinal).





